Pengumuman STAN

July 10th, 2007 by endut-manru

DEPARTEMEN
KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN

 

PENGUMUMAN

Nomor:
PENG-395/SJ/2007

 

PENERIMAAN
MAHASISWA BARU PROGRAM DIPLOMA I DAN III KEUANGAN

SEKOLAH
TINGGI AKUNTANSI NEGARA

TAHUN
AKADEMIK 2007/2008

 

Badan
Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Departemen Keuangan Republik
Indonesia akan menerima putra dan putri warga negara Indonesia untuk
mengikuti pendidikan pada Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dengan
spesialisasi sebagai berikut:

 



No

Spesialisasi

Program
Diploma

1

Kebendaharaan
Negara

I
dan III

2

Kepabeanan
dan Cukai

I
dan III

3

Pengurusan
Piutang dan Lelang Negara

I
dan III

4

Administrasi
Perpajakan

I
dan III

5

Penilai
/ Pajak Bumi dan Bangunan

III

6

Akuntansi
Pemerintahan

III

 

 

I.         
SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN MENGIKUTI UJIAN SARINGAN MASUK

1.      
Berijazah SMA dan sederajat, Madrasah Aliyah dan SMK semua Jurusan
tahun 2005, 2006 dan 2007.

2.      
Untuk :

a.      
Lulusan Tahun 2005 dan 2006

Nilai
rata-rata “Ujian Tertulis” pada ijazah tidak kurang dari
7,00 (tujuh koma nol nol) dan nilai tersebut bukan hasil
pembulatan
.

b.      
Lulusan Tahun 2007

Nilai
rata-rata “Ujian Tertulis” pada Ijazah/Ijazah Sementara
tidak kurang dari 7,00 (tujuh koma nol nol) dan nilai tersebut
bukan hasil pembulatan

3.      Umur
tidak lebih dari 21 tahun dalam pengartian lahir
pada/setelah tanggal 1 September 1986 berdasarkan tanggal
lahir yang tercantum dalam Ijazah/Ijazah sementara.

4.      Tidak
cacat badan dan tidak mengalami ketergantungan terhadap narkotika dan
sejenisnya.

5.      
Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti pendidikan.

6.      Khusus
untuk Program Diploma Spesialiasi Kepabeanan dan Cukai, ditambahkan
persyaratan sebagai berikut:

a.      Hanya
menerima laki-laki;

b.      Tinggi
badan minimal 165 cm;

c.      Tidak
buta warna;

d.      Bagi
mereka yang dinyatakan lulus ujian tertulis, harus mengikuti dan
lulus tes kesehatan dan aerobik yang pelaksanaannya dapat dilakukan
di salah satu tempat berikut; Medan, Makassar, Palembang dan Jakarta.

7.      Menyetor
biaya ujian saringan masuk sebesar Rp 100.000,00 (seratus ribu
rupiah)
. Penyetoran dapat melalui semua cabang dari
bank-bank sebagai berikut:

a.     BANK
MANDIRI
Kantor Cabang Pembantu Tangerang Bintaro a.n. Bendahara
Penerimaan BPPK
Nomor Rekening: 128-00-0499934-5.

b.   BANK
BRI
, Kantor Cabang Pembantu Bintaro, a.n. Bendahara Penerima
BPPK
, Nomor Rekening: 0521-01-000021-30-3.

c.    BANK
BNI
, Kantor Layanan Bintaro, a.n. Bendahara Penerima BPPK,
Nomor Rekening: 0124385795

Bukti
setor harus atas nama calon peserta ujian dan disahkan/divalidasi
petugas bank (tidak melalui ATM, Phone Banking, Internet Banking,
dll).

Dengan
ketentuan sebagai berikut:

a.      
Uang yang telah disetor tidak dapat diminta kembali
dengan alasan apapun

b.      
Biaya yang ditimbulkan akibat penyetoran uang pendaftaran ditanggung
peserta

c.      
Panitia tidak menerima bukti setor kolektif

 

II.       
KETENTUAN PENDAFTARAN DAN UJIAN

 

1.      
Pendaftaran dapat dilakukan di lokasi di bawah ini :

 


LOKASI

ALAMAT

Jakarta

Kampus
STAN

Jl.
Bintaro Utama Sektor V, Bintaro Jaya, Tangerang

Banda
Aceh

KPP
Banda Aceh, Jl. T. Muhammad Daud Beureuh No. 20 Banda Aceh

Medan

Balai
Diklat Keuangan I, GKN Jl. P. Diponegoro No. 30 A Medan

Padang

KPP
Jl. Bgd. Aziz Khan No. 22 Padang 25001

Palembang

Balai
Diklat Keuangan II, Jl. Sukabangun II Kec. Sukaramai Palembang

Cimahi

Balai
Diklat Keuangan VII, Jl. Gado Bangkong No. 111 Cimahi Bandung

Semarang

Kanwil
XIII Ditjen Perbendaharaan, GKN. Jl. Pemuda No.2, Semarang

Yogyakarta

Balai
Diklat Keuangan III, Jl. Solo KM 11, Kalasan, Sleman, Yogyakarta

Malang

Balai
Diklat Keuangan IV, Jend. A. Yani Utara No. 200 Malang

Balikpapan

Balai
Diklat Keuangan V, GKN Jl. A. Yani No. 68, Balikpapan

Pontianak

Kantor
Pelayanan Pajak Jl. Sultan Abdulrachman No. 1 Pontianak 78116

Makassar

Balai
Diklat Keuangan VI, Jl. A. Yani No. 1 Makassar

Manado

Balai
Diklat Keuangan VIII, Jl. Bhetesda No. 18 Manado

Denpasar

Kanwil
XIV DJKN, GKN I, Jl. Dr. Kusuma Atmaja, Denpasar

Mataram

Kanwil
XXI Ditjen Perbendaharaan, Jl. Langko No. 40 Mataram 83125

Kupang

KPBC
Tipe C Kupang Jl. Praja No. 2 Tenau Kupang 85000

Sorong

KPP
Sorong, Jl. Jend. Sudirman No. 26 Sorong

Jayapura

Kanwil
XVIII Ditjen Pajak Maluku dan Papua, Jl. A. Yani No. 8 Jayapura

 

2.      Pendaftaran
tidak dapat diwakilkan

3.      Pendaftaran
dilaksanakan pada hari dan jam kerja pada tanggal 2 s.d 20 Juli
2007

4.      Pada
waktu mendaftar, peserta ujian harus menyerahkan:

a.    Asli
bukti penyetoran uang ujian saringan masuk dari bank yang dimaksud
pada Syarat-syarat Pendaftaran Mengikuti Ujian Saringan Masuk Romawi
I nomor 7;

b.    Fotokopi
Ijazah/Ijazah Sementara yang telah dilegalisasi Kepala Sekolah;

c.     Fotokopi
STL/SKHU yang telah dilegalisasi Kepala Sekolah;

d.    
Pasfoto berwarna terbaru ukuran 3 x 4 sebanyak 3 (tiga) lembar.

5.      
Pilihan Program dan Spesialisasi:

a.     Calon
peserta ujian harus menentukan Program Diploma I dan III dengan
urutan prioritas.

b.     Untuk
masing-masing Program, calon peserta ujian dapat memilih maksimal 3
(tiga) spesialisasi sesuai dengan prioritasnya (pilihan ke-1, ke-2
dan ke-3)

c.     Penentuan
spesialisasi bagi calon peserta yang lulus didasarkan pada pilihan
peserta seperti diatas. Dalam hal program dan spesialisasi yang
dipilih sudah penuh, Panitia Penerimaan Mahasiswa akan mengalokasikan
peserta yang lulus selebihnya ke program dan spesialisasi yang masih
memerlukan.

6.      
Materi ujian meliputi:

a.      
Tes Kemampuan Umum

b.      
Tes Bahasa Indonesia

c.      
Tes Bahasa Inggris

7.      
Ujian dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 5
Agustus  2007
.

Waktu
dan tempat ujian akan diumumkan pada saat mendaftar di tempat
pendaftaran.

 

III.      
PENGUMUMAN HASIL UJIAN DAN PENDAFTARAN ULANG

 

1.      
Hasil ujian saringan masuk akan diumumkan pada tanggal 30
Agustus 2007
pukul 11.00 WIB.

2.      
Peserta yang dinyatakan lulus ujian saringan masuk harus melakukan
pendaftaran ulang di tempat-tempat yang ditetapkan oleh Panitia
Penerimaan Mahasiswa dengan menyerahkan:

a.      
Pasfoto berwarna terbaru sebagai berikut:

-         
Ukuran 2×3 cm = 2 lembar

-         
Ukuran 4×6 cm = 4 lembar

b.      Dua
lembar fotokopi Ijazah yang telah dilegalisasi oleh Kepala Sekolah
dengan memperlihatkan Ijazah aslinya.

c.      Surat
Keterangan Dokter Pemerintah/Dinas Kesehatan yang menyatakan bahwa
calon berbadan sehat dan tidak cacat badan.

d.     Surat
Keterangan Dokter Pemerintah/Dinas Kesehatan yang menyatakan bahwa
calon tidak terkena/tergantung pada narkotika dan sejenisnya.

e.     Surat
Keterangan hasil rontgen dari dokter spesialis paru-paru yang
menyatakan paru-paru baik/sehat.

f.      Surat
Keterangan dari Kepala Desa/Lurah yang menyatakan belum pernah
menikah.

g.    Surat
pernyataan dari calon mahasiswa bahwa selama mengikuti pendidikan
tidak akan menikah dan mematuhi peraturan disiplin mahasiswa.

3.   
Panitia penerimaan mahasiswa berhak menyatakan seseorang calon tidak
diterima menjadi mahasiswa walaupun telah lulus ujian saringan masuk,
apabila terdapat persyaratan pada Romawi I (butir 1 s.d 7) atau III
butir ke-2 di atas yang tidak dipenuhi oleh calon dalam batas waktu
pendaftaran ulang, dan atau terdapat data yang palsu.

 

 

IV.      
PENDIDIKAN

 

1.      Lama
pendidikan untuk Program Diploma I adalah 2 semester dan Program
Diploma III adalah 6 semester. Yang tidak berhasil mencapai indeks
prestasi yang ditetapkan pada akhir setiap semester akan dikeluarkan
dari pendidikan.

2.      Pendidikan
diselenggarakan di lokasi sebagai berikut:

a.      
D-III        :   
Kampus STAN Jakarta

b.      
D-I         :   
Kampus STAN Jakarta dan/atau Balai Diklat Keuangan di daerah

3.   
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara tidak memungut uang kuliah selama
mengikuti pendidikan.

4.      Lulusan
Program Diploma I dan Program Diploma III dapat diangkat menjadi
Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Keuangan atau
instansi pemerintah lainnya baik di pusat maupun di daerah sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

5. 
Lulusan Program Diploma I dan Program Diploma III untuk dapat
diangkat menjadi calon PNS Departemen Keuangan harus lulus ujian
penerimaan calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen
Keuangan.

 

 

V.       
LAIN-LAIN

 

1.      
Semua biaya (pengangkutan, pemondokan dan lain-lain) yang dikeluarkan
oleh peserta  ujian/calon mahasiswa dalam rangka mendaftarkan
diri dan mengikuti ujian saringan masuk menjadi tanggungan sendiri.

2.      
Dalam hubungan penerimaan calon mahasiswa ini tidak diadakan surat
menyurat dan dispensasi dalam bentuk apapun.

3.      
Tata cara pendaftaran secara rinci dapat dilihat di lokasi
pendaftaran.

4.      
Pengumuman dapat dilihat di http:www.depkeu.go.id

 

 

 

 

Dikeluarkan
di Jakarta

pada
tanggal  22 Juni 2007

Sekretaris
Jenderal

 

 

TTD

 

 

 

Mulia
P. Nasution

NIP
060046519

seribu kata cinta

July 10th, 2007 by endut-manru

Cinta seperti matahari, ia tetap bercahaya. Walau malam
menjelma, cahayanya pada bulan tetap menerangi kekadang ia juga gerhana tetapi
akan kembali jua kecerahannya.

Cinta adalah santapan jiwa. Jiwa tanpa cinta bagai rumah
yang kosong. Cinta tanpa menjiwai bagai layang-layang putus tali.

Cintu adalah buta…cinta tidak mengenal usia, paras rupa,
mahupun kekayaan dan harta karun, tetapi dari keikhlasan dari hati setiap insan
antara satu sama lain.

Tidak semua orang yang engkau cintai, mencintaimu dan
sikap ramahmu kadang kala dibalas dengan sikap tidak sopan. Jika cinta suci
tidak datang daripada tabiatnya, maka tidak ada gunanya cinta yang dibuat-buat.

Sayang tidak bermaksud cinta. Suka tidak serasi dengan
cinta. Kagum tidak bererti cinta. Bangga tidak semestinya cinta. Cinta adalah
CINTA .

Cinta itu seperti sinar matahari, memberi TANPA mengharap
kembali. Cinta itu seperti sinar matahari, TIDAK MEMILIH siapa yang ia sinari.
Cinta itu seperti sinar matahari yang MEMBERI KEHANGATAN DI HATI..

Cinta umpama ‘treasure hunt’. Cita cita dan tujuan kita
satu untuk menuju ke penamat yang paling mengembirakan. Namun di dalam
perjalanan kita akan menghadapi pelbagai rintangan dan cabaran. Andainya tidak
mampu meneruskan, kita akan tersungkur dan hadiah utamanya akan di kebas oang
lain. Tetapi tak usahlah kecewa. Walaupun hadiahnya tidak kita perolehi, tetapi
keseronokannya kita sudah rasa. Jadi bercintalahsepenuh hati. Namun
janganletakkan harapan terlalu tinggi.

Kekecewaan terlalu pahit untuk ditelan, terlalu payah
untuk dilupakan namun dalam cinta pasti akan merasai kecewa dan dikecewakan
walau bukan itu matlamat dalam setiap percintaan.

Kadangkala orang yang paling mencintaimu adalah orang
yang tak pernah menyatakan cintanya padamu kerana orang itu takut kau berpaling
dan menjauhinya. Dan bila dia suatu masa hilang dari pandanganmu….kau akan
menyedari dia adalah cinta yang tidak pernah kau sedari….

Cinta
suatu yang indah, cinta boleh buat kita gundah, cinta buat hati berdarah dan
cinta jua boleh membawa kesalan yang tak sudah.

Cinta…

Kisah Sedih Pencuci Piring

November 2nd, 2006 by endut-manru

Kisah
Sedih Pencuci Piring

Siapa yang paling berbahagia saat pesta
pernikahan berlangsung? Bisa jadi

kedua mempelai yang menunggu
detik-detik memadu kasih. Meski lelah

menderanya namun tetap mampu tersenyum
hingga tamu terakhir pun.

Berbulan bahkan hitungan tahun sudah
mereka menunggu hari bahagia ini.

Mungkin orang tua si gadis yang baru
saja menuntaskan kewajiban terakhirnya dengan mendapatkan lelaki yang
akan menggantikan perannya membimbing putrinya untuk langkah
selanjutnya setelah hari pernikahan. Atau bahkan ibu pengantin pria
yang terlihat

terus menerus sumringah, ia
membayangkan akan segera menimang cucu dari

putranya. “Aih, pasti segagah
kakeknya,” impinya.

 

Para tamu yang hadir dalam pesta
tersebut tak luput terjangkiti aura

kebahagiaan, itu nampak dari senyum,
canda, dan keceriaan yang tak

hentinya sepanjang mereka
berada di pesta. Bagi sanak saudara dan kerabat orang

tua kedua mempelai, bisa
jadi momentum ini dijadikan ajang silaturahim,

kalau perlu rapat keluarga
besar pun bisa berlangsung di sela-sela pesta.

Sementara teman dan
sahabat kedua mempelai menyulap pesta pernikahan itu menjadi

reuni yang tak
direncanakan. Mungkin kalau sengaja diundang untuk acara reuni

tidak ada yang hadir,
jadilah reuni satu angkatan berlangsung. Dan satu lagi,

bagi mereka yang
jarang-jarang menikmati makanan bergizi plus, inilah

saatnya perbaikan gizi
walau bermodal uang sekadarnya di amplop yang tertutup

rapat.

Nyaris tidak ada hadirin
yang terlihat sedih atau menangis di pesta itu

kecuali air mata
kebahagiaan.
Kalau pun ada, mungkin mereka yang sakit

hati pria pujaannya tidak menikah
dengannya. Atau para pria yang sakit hati

lantaran primadona kampungnya
dipersunting pria dari luar kampung.

Namun tetap

saja tak terlihat di pesta itu, mungkin
mereka meratap di balik dinding

kamarnya sambil memeluk
erat gambar pria yang baru saja menikah itu.

Dan pria-pria sakit hati
itu hanya bisa menggerutu dan menyimpan kecewanya dalam

hati ketika harus
menyalami dan memberi selamat kepada wanita yang harus

mereka relakan menjadi milik pria lain.

 

Apa benar-benar
tidak ada yang bersedih di pesta itu?
Semula saya

mengira yang

paling bersedih hanya tukang pembawa
piring kotor yang pernah saya

ketahui hanya mendapat upah sepuluh
ribu rupiah plus sepiring makan gratis

untuk ratusan piring yang ia angkat.
Sepuluh ribu rupiah yang diterima

setelah semua tamu pulang itu, sungguh
tak cukup mengeringkan peluhnya. Sedih, pasti.

 

Tak lama kemudian saya
benar-benar mendapati orang yang lebih bersedih

di pesta itu. Mereka
memang tak terlihat ada di pesta, juga tak mengenakan

pakaian bagus lengkap
dengan dandanan yang tak biasa dari keseharian di

hari istimewa itu. Mereka
hanya ada di bagian belakang dari gedung tempat

pesta berlangsung, atau bagian
tersembunyi dengan terpal yang menghalangi

aktivitas mereka di rumah
si empunya pesta. Mereka lah para pencuci piring bekas

makan para tamu terhormat
di ruang pesta.

 

Bukan, mereka bukan sedih
lantaran mendapat bayaran yang tak jauh

berbeda dengan pembawa
piring kotor. Mereka juga tidak sedih hanya karena harus

belakangan mendapat jatah
makan, itu sudah mereka sadari sejak awal

mengambil peran
sebagai pencuci piring.
Juga bukan karena tak sempat
memberikan

doa selamat dan keberkahan untuk
pasangan pengantin yang berbahagia, meski

apa yang mereka kerjakan mungkin lebih
bernilai dari doa-doa para tamu yang

hadir.

 

Air mata mereka keluar
setiap kali memandangi nasi yang harus terbuang

teramat banyak, juga potongan daging
atau makanan lain yang tak habis disantap

para tamu. Tak tertahankan sedih mereka
saat membayangkan tumpukan makanan

sisa itu dan memasukkannya dalam karung
untuk kemudian singgah di tempat sampah,

sementara anak-anak mereka di rumah
sering harus menahan lapar hingga

terlelap.

 

Andai para tamu itu tak mengambil
makanan di luar batas kemampuannya

menyantap, andai mereka yang berpakaian
bagus di pesta itu tak taati

nafsunya untuk mengambil
semua yang tersedia padahal tak semua bisa masuk dalam

perut mereka, mungkin akan ada sisa
makanan untuk anak-anak di panti anak

yatim tak jauh dari tempat
pesta itu. Andai pula mereka mengerti buruknya berbuat

mubazir, mungkin ratusan anak yatim dan
kaum fakir bisa terundang untuk

ikut menikmati hidangan
dalam pesta itu.

 

Sekadar usul untuk Anda
yang akan melaksanakan pesta pernikahan, tidak

cukup kalimat “Mohon Doa Restu” dan
“Selamat Menikmati” yang tertera di

dinding pesta, tapi sertakan juga
tulisan yang cukup besar “Terima Kasih untuk

Tidak Mubazir. Mungkinkah?

Kisah Sedih Pencuci Piring

November 2nd, 2006 by endut-manru

Kisah
Sedih Pencuci Piring

Siapa yang paling berbahagia saat pesta
pernikahan berlangsung? Bisa jadi

kedua mempelai yang menunggu
detik-detik memadu kasih. Meski lelah

menderanya namun tetap mampu tersenyum
hingga tamu terakhir pun.

Berbulan bahkan hitungan tahun sudah
mereka menunggu hari bahagia ini.

Mungkin orang tua si gadis yang baru
saja menuntaskan kewajiban terakhirnya dengan mendapatkan lelaki yang
akan menggantikan perannya membimbing putrinya untuk langkah
selanjutnya setelah hari pernikahan. Atau bahkan ibu pengantin pria
yang terlihat

terus menerus sumringah, ia
membayangkan akan segera menimang cucu dari

putranya. “Aih, pasti segagah
kakeknya,” impinya.

 

Para tamu yang hadir dalam pesta
tersebut tak luput terjangkiti aura

kebahagiaan, itu nampak dari senyum,
canda, dan keceriaan yang tak

hentinya sepanjang mereka
berada di pesta. Bagi sanak saudara dan kerabat orang

tua kedua mempelai, bisa
jadi momentum ini dijadikan ajang silaturahim,

kalau perlu rapat keluarga
besar pun bisa berlangsung di sela-sela pesta.

Sementara teman dan
sahabat kedua mempelai menyulap pesta pernikahan itu menjadi

reuni yang tak
direncanakan. Mungkin kalau sengaja diundang untuk acara reuni

tidak ada yang hadir,
jadilah reuni satu angkatan berlangsung. Dan satu lagi,

bagi mereka yang
jarang-jarang menikmati makanan bergizi plus, inilah

saatnya perbaikan gizi
walau bermodal uang sekadarnya di amplop yang tertutup

rapat.

Nyaris tidak ada hadirin
yang terlihat sedih atau menangis di pesta itu

kecuali air mata
kebahagiaan.
Kalau pun ada, mungkin mereka yang sakit

hati pria pujaannya tidak menikah
dengannya. Atau para pria yang sakit hati

lantaran primadona kampungnya
dipersunting pria dari luar kampung.

Namun tetap

saja tak terlihat di pesta itu, mungkin
mereka meratap di balik dinding

kamarnya sambil memeluk
erat gambar pria yang baru saja menikah itu.

Dan pria-pria sakit hati
itu hanya bisa menggerutu dan menyimpan kecewanya dalam

hati ketika harus
menyalami dan memberi selamat kepada wanita yang harus

mereka relakan menjadi milik pria lain.

 

Apa benar-benar
tidak ada yang bersedih di pesta itu?
Semula saya

mengira yang

paling bersedih hanya tukang pembawa
piring kotor yang pernah saya

ketahui hanya mendapat upah sepuluh
ribu rupiah plus sepiring makan gratis

untuk ratusan piring yang ia angkat.
Sepuluh ribu rupiah yang diterima

setelah semua tamu pulang itu, sungguh
tak cukup mengeringkan peluhnya. Sedih, pasti.

 

Tak lama kemudian saya
benar-benar mendapati orang yang lebih bersedih

di pesta itu. Mereka
memang tak terlihat ada di pesta, juga tak mengenakan

pakaian bagus lengkap
dengan dandanan yang tak biasa dari keseharian di

hari istimewa itu. Mereka
hanya ada di bagian belakang dari gedung tempat

pesta berlangsung, atau bagian
tersembunyi dengan terpal yang menghalangi

aktivitas mereka di rumah
si empunya pesta. Mereka lah para pencuci piring bekas

makan para tamu terhormat
di ruang pesta.

 

Bukan, mereka bukan sedih
lantaran mendapat bayaran yang tak jauh

berbeda dengan pembawa
piring kotor. Mereka juga tidak sedih hanya karena harus

belakangan mendapat jatah
makan, itu sudah mereka sadari sejak awal

mengambil peran
sebagai pencuci piring.
Juga bukan karena tak sempat
memberikan

doa selamat dan keberkahan untuk
pasangan pengantin yang berbahagia, meski

apa yang mereka kerjakan mungkin lebih
bernilai dari doa-doa para tamu yang

hadir.

 

Air mata mereka keluar
setiap kali memandangi nasi yang harus terbuang

teramat banyak, juga potongan daging
atau makanan lain yang tak habis disantap

para tamu. Tak tertahankan sedih mereka
saat membayangkan tumpukan makanan

sisa itu dan memasukkannya dalam karung
untuk kemudian singgah di tempat sampah,

sementara anak-anak mereka di rumah
sering harus menahan lapar hingga

terlelap.

 

Andai para tamu itu tak mengambil
makanan di luar batas kemampuannya

menyantap, andai mereka yang berpakaian
bagus di pesta itu tak taati

nafsunya untuk mengambil
semua yang tersedia padahal tak semua bisa masuk dalam

perut mereka, mungkin akan ada sisa
makanan untuk anak-anak di panti anak

yatim tak jauh dari tempat
pesta itu. Andai pula mereka mengerti buruknya berbuat

mubazir, mungkin ratusan anak yatim dan
kaum fakir bisa terundang untuk

ikut menikmati hidangan
dalam pesta itu.

 

Sekadar usul untuk Anda
yang akan melaksanakan pesta pernikahan, tidak

cukup kalimat “Mohon Doa Restu” dan
“Selamat Menikmati” yang tertera di

dinding pesta, tapi sertakan juga
tulisan yang cukup besar “Terima Kasih untuk

Tidak Mubazir. Mungkinkah?

JADILAH LAKI-LAKI SEJATI

October 18th, 2006 by endut-manru

JADILAH LAKI-LAKI SEJATI

Aku bertanya pada Bunda, bagaimanakah lelaki sejati itu???
Bunda menjawab, Nak…
Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya….
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran…..
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa …
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah…
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu…
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang memuja, tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya…
Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan…
Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca kitab suci, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…

KERE BUKANLAH SEBUAH KEJAHATAN

October 18th, 2006 by endut-manru

KERE BUKANLAH SEBUAH KEJAHATAN (maka berjalanlah dengan tegak)
Pernah ngga merasakan minder yang teramat sangat ketika kamu terpaksa hadir dalam sebuah jamuan, dimana para hadirin lain berkendaraan mewah dengan dandanan serba glamour sedangkan kamu datang hanya dengan mengendarai motor berikut baju batik seragam kantor? Lantas, bahkan oleh tukang parkirpun (yang mungkin nasibnya tidak lebih bagus dari kamu) kamu hanya dilirik dengan sebelah mata.

Pernah ngga tiba-tiba saja kepingin kalap, ketika di sebuah pertokoan kamu diberi pelayanan paling buntut plus nada tidak ramah (oleh pelayan toko yang mungkin nasibnya ngga lebih bagus dari kamu) meski kamu datang sejak subuh , hanya karena kamu sedang tidak beruntung datang kebarengan manusia2 yang lebih mentereng?
   
Pernah ngga merasa ngenes yang berhiaskan getar2 kejengkelan, ketika di sebuah jalan raya motor kamu diserempet oleh manusia-manusia yang merasa  punya jalan hanya lantaran mereka naik kendaraan yang lebih oke yang sering kita namakan dengan ‘mobil’ (bahkan barangkali salah satunya adalah seorang sopir yang nasibnya tidak lebih baik dari kamu)

Pernah ngga kamu merasa sangat nihil alias merasa kecil, lantaran ngga dianggap ada…dalam sebuah lingkungan sosial yang mengukur keberadaan kamu hanya dari berapa besar tempat tinggal yang kamu huni, berapa mahal belanjaan yang kamu beli tiap hari dan berapa kelas selera yang kamu miliki (bahkan oleh seorang kawan yang rekor hutangnya tidak lebih sedikit dari kamu)

Jika kamu pernah, saya sebagai orang yang pernah amat kere  dan masih kere juga, punya sedikit tip yang mungkin bisa sedikit meringankan beban penderitaan kamu.

“ Jika kamu sudah berusaha dengan sekuat tenaga namun tetap kere-kere juga, pahami saja bahwa kere adalah sebuah takdir, yang pada akhirnya akan membawa nikmat yang lebih besar bagi kamu. Karena apa yang kita peroleh dengan perjuangan yang lebih besar nikmatnyapun akan lebih besar. For example, kita akan merasa enaknya makan enak ketika kita jarang makan enak.”

“Jika kamu sudah berusaha dengan sekuat tenaga dan dihadapkan pada sebuah  persimpangan  jalan, pahami saja bahwa menjadi kere adalah sebuah pilihan, demi sebuah tidur yang nyenyak yang semoga membuat kita awet muda dan panjang umur…amin. Dan sadari saja bahwa kita telah menjadi manusia merdeka yang bukan budak dari siapa atau apa pun”

“ Jika kamu sudah berusaha dengan sekuat tenaga di jalan yang lurus namun tetap kere-kere juga, maka pahami saja bahwa kere adalah sebuah kebanggaan, yang semestinya bisa membuat kita berjalan lebih tegak dalam situasi apapun,  karena apa yang kita miliki bukanlah dari hasil merugikan orang lain”

Cinta dan Waktu

September 27th, 2006 by endut-manru

Tersebutlah, di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak. Ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta. Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu. “Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta. “Aduh! Maaf, Cinta!” kata Kekayaan, “perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.” Lalu Kakayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. “Kegembiraan! tolong aku!”, teriak Cinta. Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta. Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang. Ia kian panik. Tak lama lewatlah Kecantikan. “Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!”, teriak Cinta. “Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini,” sahut Kecantikan. Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan. “Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu,” kata Cinta. “Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja…” kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, “Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!” Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya lelaki tua tadi. “Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu.” kata orang itu. “Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku” tanya Cinta heran. “Sebab,” kata orang itu, “hanya Waktu-lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu …”

Profile STAN

June 12th, 2006 by endut-manru

Dengan semakin mahalnya pendidikan di Perguruan Tinggi, Pendidikan Tinggi Kedinasan menjadi alternatif yang sangat menarik. Selain bebas biaya pendidikan, lulusannya langsung ditempatkan di instansi terkait.

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) merupakan sekolah tinggi kedinasan yang bernaung di bawah Departemen Keuangan. Setiap lulusannya diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan wajib bekerja di berbagai direktorat atau instansi di jajaran Departemen Keuangan. Setiap tahunnya STAN menerima lulusan SMU atau yang sederajat untuk menjadi mahasiswa program Diploma Keuangan ( D I dan D III )

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) sebagai PTK Favorit menjadi tujuan utama lulusan SMA/SMK yang ingin menempuh pendidikan gratis. Selain reputasi dan bebas biaya pendidikan, lulusan STAN dapat ditempatkan di Departemen Keuangan. Selain itu para alumnus tersebar di hampir semua instansi dibawah Depkeu.

STAN mengemban visi menjadi lembaga pendidikan tinggi kedinasan yang berfungsi untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang akuntansi dan keuangan dengan mendidik kader/mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik/profesional. Proses dan metode pembelajaran ditekankan pada pengembangan ketrampilan di bidang akuntansi dan keuangan. Dosen pengajar berasal dari lulusan perguruan tinggi dalam dan luar negeri dengan jenjang S2 dan S3

Tugas Pokok dan Fungsi STAN:
Tugas Pokok :
Mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok BPPK di dalam bidang
pendidikan program diploma bidang keuangan

FUNGSI :
Merencanakan pola/sistem dan kurikulum pendidikan program diploma bidang keuangan
Melaksanakan pendidikan program diploma bidang keuangan
Melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
Mengawasi dan menganalisis hasil pelaksanaan pendidikan program diploma bidang keuangan

Visi Misi STAN
Visi STAN :
Menjadi perguruan tinggi terbaik di bidang keuangan dan akuntansi sektor publik

Misi STAN :
Menghasilkan tenaga ahli dalam bidang keuangan dan akuntansi sektor publik yang bermoral tinggi dan berwawasan global
Melaksanakan penelitian di bidang keuangan dan akuntansi sektor publik
Melaksanakan pengabdian masyarakat di bidang keuangan dan akuntansi sektor publik
Tujuan Umum :
Tujuan Umum pendidikan Diploma Keuangan adalah untuk mendidik mahasiswa agar memiliki pengetahuan, keahlian dan ketrampilan dalam setiap bidang spesialisasinya masing-masing dan juga mempersiapkan mahasiswa agar menjadi pegawai negri Depkeu yang berdisiplin tinggi, berakhlak tinggi, dan penuh dedikasi.
Tujuan lain adalah mendidik mahasiswa/i supaya mempunyai pengetahuan dan keahlian di biang keuangan akuntansi sektor publik

Keuntungan kuliah di STAN
Biaya Kuliah Gratis (SPP, Biaya SKS, Praktikum, Biaya Ujian)
Setelah lulus dapat langsung ditempatkan sebagai PNS di Depkeu
Sarana dan Prasarana Kuliah yang memadai
Beban Perkuliahan yang tidak berat
Mendapatkan Uang saku (masih dalam proses)
Buku-buku literatur disediakan (dipinjami)
Standar kurikulum sudah tinggi (Akuntansi STAN sebanding dengan Akuntansi UI)
Sistem Kuliah

Proses belajar mengajar meliputi perkuliahan, praktikum, praktik kerja lapangan, Ujian Tengan dan Akhir Semester dan ujian sidang sarjana. Bagi mahasiswa tingkat I yang tidak naik ke tingkat II / drop out (tidak dapat memenuhi stantar IP dan IPK minimal atau jumlah minimal kehadiran ) dikeluarkan dari STAN, begitu pula selanjutnya (dari tingkat II ke tingkat III).

STAN menerapkan sistem perkuliahan sama seperti perguruan tinggi negri, yaitu memakai sistem SKS (sistem Kredit Semester) yang dikemas dalam sistem paket. Setiap mahasiswa wajib memenuhi jumlah SKS setiap semester untuk dapat lulus. Secara singkat yaitu :
Program Diploma I —> 40-50 sks , waktu studi 2 semester
Program Diploma III —> 110-120 sks, waktu studi 6 semester
Program Diploma IV —> 144-180 sks, waktu studi 8-10 semeter.
Program DIII Khusus —> 40-60 sks , waktu studi
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di Program Pendidikan STAN

status STAN
Lulusan STAN masih dapat ditempatkan di instansi-intansi di lingkungan Departemen Keuangan republik Indonesia. Para lulusan DIII dapat melanjutkan studinya di DIV STAN ataupun S1 Perguruan Tinggi negri maupun swasta.

Biaya Kuliah di STAN
Biaya pendidikan di STAN sepenuhnya ditanggung negara, alias gratis. STAN tidak memungut biaya apapun untuk perkuliahan. Buku-buku literatur mendapat pinjaman dari perpustakaan, bahakan buku tulispun ada jatah dari lembaga STAN untuk tiap mahasiswa per semester

Dari pertama berdirinya STAN sampai sekarang, semua lulusannya dapat langsung ditempatkan di berbagai instansi pemerintahan terutama yang berada di bawah naungan Departemen Keuangan. Dan belum pernah ada kejadian kita-kita yang lulus ditelantarkan begitu aja. Jadi santai aja gak usah cari kerja disono-sini, udah ada yang siap menerima kita jadi pegawai kok.
Para lulusan dari asing-masing spesialisasi sudah mempunyai instansi-instansi yang siap menampung lulusan STA. Mereka setelah ditempatkan dapat menjadi Calon PNS yang nantinya akan diangkat jadi PNS lho. Berikut ini instansi-instansinya untuk masing-masing spesialisasi:

Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan
Lulusan spesialisasi akuntansi dapat memilih instansi kerja sesuai dengan kemampuan dan daya tampung instansi pengguna antara lain:

Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK)
Tugas utama BPPK adalah pelaksana tugas di bidang pendidikan, latihan, dan penataran keuangan negara yang bertanggung jawab langsung kepada Menteri Keuangan. Susunan organisasinya terdiri dari beberapa pusdiklat yaitu Pusdiklat Pegawai, Pusdiklat Anggaran, Pusdiklat Perpajakan, Pusdiklat Bea dan Cukai, Pusdiklat Keuangan Umum, dan Balai Diklat Keuangan I-VII yang ada di Medan, Palembang, Yogyakarta, Malang, Ujung Pandang, Balikpapan, dan Jakarta. Misinya sebagai Center of Excellence for Financial Excellence yaitu menghasilkan Financial Excellence.

Badan Akuntansi Keuangan Negara (BAKUN)
Badan ini didirikan untuk melaksanakan Sistem Akuntansi Pemerintah yang mencakup Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat yang diselenggarakan oleh Departemen Keuangan dan Sistem Akuntansi Instansi yang diselenggarakan oleh lembaga atau departemen. Tugas pokoknya adalah menyelenggarakan akuntansi keuangan pemerintah dan pembinaan akuntansi pemerintah, serta menyusun perhitungan anggaran negara dan penatausahaan inventaris kekayaan negara. BAKUN menyelenggarakan akuntansi negara untuk semua departemen dan lembaga nondepartemen.

Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM)
Lembaga ini berfungsi sebagai pengendali dan pelaksana pasar modal di Indonesia. Tugas utamanya adalah mengikuti perkembangan dan mengatur pasar modal sehingga efek dapat ditawarkan dan diperdagangkan secara teratur, wajar, efisien, serta melindungi kepentingan pribadi pemodal dan masyarakat umum. Lembaga ini juga membina dan mengawasi lembaga yang terlibat langsung dalam pasar modal. Tugas pokok tersebut ditunjang dengan fungsinya yang meliputi penyusunan dan pelaksanaan pasar modal, perizinan, pembinaan, dan pengawasan terhadap lembaga-lembaga yang bergerak di pasar modal.

Inspektorat Jenderal Departemen Keuangan (Irjen Depkeu)
Lembaga ini merupakan Satuan Pengawas Intern di Departemen Keuangan yang bertugas mengawasi kegiatan instansi-instansi yang berada di Departemen Keuangan agar dalam pelaksanaan tugasnya sesuai dengan sistem atau prosedur yang sudah ditetapkan.

Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan (DJLK)
Tugasnya adalah melaksanakan tugas di bidang lembaga keuangan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh menteri dan peraturan lainnya. Adapun fungsinya adalah:
memberikan perumusan kebijaksanaan teknis, pembinaan, dan perizinan di bidang lembaga keuangan dan jasa usaha pembiayaan, asuransi, dan dana pensiun,
pengelolaan penerusan pinjaman dan investasi negara,
pengelolaan penerimaan negara yang berasal dari minyak dan bukan minyak dan pajak ekspor,
pembinaan akuntan publik dan jasa penilai,
pengamanan teknis atas pelaksanaan tugas pokok DJBC.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
Merupakan instansi tulang punggung penerimaan kas negara. Instansi ini bertugas dalam bidang pemberian penyuluhan pajak kepada masyarakat, pelayanan pajak kepada Wajib Pajak, dan melakukan pemeriksaan pajak. Lulusan STAN terbanyak ditempatkan di instansi ini menyebar di seluruh Indonesia.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)
Peran lembaga ini dalam penerimaan APBN cukup besar. Tugas pokoknya adalah memungut pajak negara dalam bentuk bea, cukai, dan pungutan lainnya, serta mengamankan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pemasukan dan pengeluaran barang ke atau dari wilayah Indonesia

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
Merupakan salah satu lembaga tinggi negara yang tugas pokoknya memeriksa tanggung jawab pemerintah tentang keuangan negara dan semua pelaksanaan APBN. Fungsinya antara lain adalah :
menguji apakah pengeluaran negara mengikuti APBN dan ketentuan lainnya;
menilik apakah penggunaan keuangan negara telah dilakukan dengan cara-cara yang yang dapat dipertanggungjawabkan.
BPK selalu konsisten dalam peningkatan kualitas pegawai dengan meningkatkan pendidikan pegawainya ke jenjang yang lebih tinggi, juga aktif mengirimkan pegawainya mengikuti short course maupun pendidikan S2 dan S3 ke Inggris, Australia, Kanada, Malaysia, dan negara lain.

Spesialisasi Perpajakan
Lulusan Program Diploma ini ditempatkan di Direkstorat Jenderal Pajak baik untuk melakukan tugas penyuluhan pajak kepada masyarakat, pelayanan pajak kepada Wajib Pajak, dan pemeriksaan pajak. Lulusan Prodip ini ditempatkan baik di Kantor Penyuluhan Pajak, Kantor Pelayanan Pajak, maupun Kantor Pemeriksaan Pajak di seluruh Indonesia.

Spesialisasi Pengurusan Piutang Lelang Negara (PPLN)
Sebagaimana latar belakang pembentukan Pusdiklat Piutang Lelang Negara (PPLN) yaitu untuk mendidik ahli madya di bidang kepiutanglelangan negara, yang pembinaannya dibawah Pusdiklat Keuangan Umum BPLK dan BUPLN, lulusan spesialisasi ini akan menjadi tenaga profesional di BUPLN yang tersebar di 9 Kanwil, yang ditempatkan baik di Kantor Pusat dan Wilayah, KP3N di seluruh Indonesia.

Spesialisasi Kebendaharan Negara / Anggaran
Lulusan program ini akan mempunyai kemampuan teknis di bidang pelaksanaan anggaran dan kas negara. Oleh karena itu, lulusan Prodip ini akan menempati pos-pos di dalam struktur organisasi Direktorat Jenderal Anggaran terutama KTUA dan KPKN yang tersebar di seluruh Indonesia.

Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai
Lulusan program ini akan menempati pos-pos di dalam struktur organisasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang tersebar di 12 Kanwil, 125 Kantor Inspeksi, 62 Kantor Bantu, dan 349 Pos Bea dan Cukai diseluruh Indonesia.

Spesialisasi Pajak Bumi dan Bangunan
Lulusan program ini akan ditempatkan di Direktorat Jenderal Pajak untuk melakukan penilaian terhadap obyek Pajak Bumi dan Bangunan. Penempatannya di Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan di seluruh Indonesia.

Meski kuliah di STAN gratis atawa tidak bayar, sarana ama fasilitas di STAN tidak kalah ama Perguruan Tinggi Lain. Negara memberi STAN berbagai fasilitas yang bisa menunjang perkuliahan serta kegiatan kemahasiswaan lain :

Gedung dan Ruang Kuliah
STAN memiliki 6 gedung untuk kegiatan perkuliahan dan 1 2 gedung administrasi serta 1 gedung olahraga sebaguna. Atawa 93 ruang kuliah dengan kapasitas rata-rata 40 mahasiswa. yang dilengkapi AC per ruang

Perpustakaan
Perpustakaan yang kelengkapan buku-bukunya ditopang oleh anggaran pemerintah, mahasiswa dan alumni

Laboratorium Komputer
Pusat Pengembangan Akuntansi dan Keuangan
Masjid dan Mushola
Ruang Uji Komprehensif
Kantin dan Koperasi
Poliklinik Kesehatan Gratis
Fitness Centre
Gedung Olahraga Serbaguna
Tempat Latihan Panjat Dinding
Ruang Tunggu Dosen dan Ruang Konsultasi