KERE BUKANLAH SEBUAH KEJAHATAN (maka berjalanlah dengan tegak)
Pernah ngga merasakan minder yang teramat sangat ketika kamu terpaksa hadir dalam sebuah jamuan, dimana para hadirin lain berkendaraan mewah dengan dandanan serba glamour sedangkan kamu datang hanya dengan mengendarai motor berikut baju batik seragam kantor? Lantas, bahkan oleh tukang parkirpun (yang mungkin nasibnya tidak lebih bagus dari kamu) kamu hanya dilirik dengan sebelah mata.
Pernah ngga tiba-tiba saja kepingin kalap, ketika di sebuah pertokoan kamu diberi pelayanan paling buntut plus nada tidak ramah (oleh pelayan toko yang mungkin nasibnya ngga lebih bagus dari kamu) meski kamu datang sejak subuh , hanya karena kamu sedang tidak beruntung datang kebarengan manusia2 yang lebih mentereng?
Pernah ngga merasa ngenes yang berhiaskan getar2 kejengkelan, ketika di sebuah jalan raya motor kamu diserempet oleh manusia-manusia yang merasa punya jalan hanya lantaran mereka naik kendaraan yang lebih oke yang sering kita namakan dengan ‘mobil’ (bahkan barangkali salah satunya adalah seorang sopir yang nasibnya tidak lebih baik dari kamu)
Pernah ngga kamu merasa sangat nihil alias merasa kecil, lantaran ngga dianggap ada…dalam sebuah lingkungan sosial yang mengukur keberadaan kamu hanya dari berapa besar tempat tinggal yang kamu huni, berapa mahal belanjaan yang kamu beli tiap hari dan berapa kelas selera yang kamu miliki (bahkan oleh seorang kawan yang rekor hutangnya tidak lebih sedikit dari kamu)
Jika kamu pernah, saya sebagai orang yang pernah amat kere dan masih kere juga, punya sedikit tip yang mungkin bisa sedikit meringankan beban penderitaan kamu.
“ Jika kamu sudah berusaha dengan sekuat tenaga namun tetap kere-kere juga, pahami saja bahwa kere adalah sebuah takdir, yang pada akhirnya akan membawa nikmat yang lebih besar bagi kamu. Karena apa yang kita peroleh dengan perjuangan yang lebih besar nikmatnyapun akan lebih besar. For example, kita akan merasa enaknya makan enak ketika kita jarang makan enak.”
“Jika kamu sudah berusaha dengan sekuat tenaga dan dihadapkan pada sebuah persimpangan jalan, pahami saja bahwa menjadi kere adalah sebuah pilihan, demi sebuah tidur yang nyenyak yang semoga membuat kita awet muda dan panjang umur…amin. Dan sadari saja bahwa kita telah menjadi manusia merdeka yang bukan budak dari siapa atau apa pun”
“ Jika kamu sudah berusaha dengan sekuat tenaga di jalan yang lurus namun tetap kere-kere juga, maka pahami saja bahwa kere adalah sebuah kebanggaan, yang semestinya bisa membuat kita berjalan lebih tegak dalam situasi apapun, karena apa yang kita miliki bukanlah dari hasil merugikan orang lain”